Senin, 21 Februari 2011

Pengen Tau Irfan Bachdim Juga Ya?

Namanya aja Irfan Bachdim, pasti orang Indo... Benar, tapi dia keturunan Belanda, lahir dan gede juga disana. Mungkin kenal sepakbola juga di Belanda. Tapi kita patut bersyukur lah dia lahir karna orang Indonesia, yaitu Ayahnya adalah Nouval Bachdim asli produk dalam negri ini. Sang ayah juga merupakan seorang pemain sepakbola handal, ini terbukti karna beliau sanggup menceploskan "bola"nya ke gawang  gadis bernama Hester yang berkebangsaan Belanda. Dan hasilnya, duet maut Nouval Bachdim dan Hester Bachdim melahirkan seorang pesepakbola yang mempunyai skill mumpuni dengan wajah rupawan layaknya bintang-bintang sepakbola dunia yang dulu hanya dimiliki negara-negara barat sana.
http://th07.deviantart.net/fs71/PRE/i/2010/341/0/4/irfan_bachdim_by_bigsu-d34gcum.jpg

Profil Singkat Irfan Bachdim
Nama : Irfan Haarys Bachdim
Tempat Tanggal lahir : Amsterdam, Belanda 11 Agustus 1988 (umur 22)
Tinggi : 1.72 m (5 ft 8 in)
Posisi : Gelandang, Striker
Klub : Persema Malang
Nomor : 10
Klub Junior
Tahun Klub Tampil (Gol)
1999-2001 Ajax Amsterdam
2002 SV Argon
2003-2007 FC Utrecht
Klub Senior
2008-2009 FC Utrecht 1 (0)
2009 HFC Haarlem 0 (0)
2010Persema Malang 6 (3)
Tim nasional
2010- Flag of Indonesia.svg Indonesia 3 (1)
 


Mari kita flashback dulu perjalanan karir sepak bola IB17 atau Irfan Bachdim
Sejak kecil Irfan sangat menggemari olahraga sepakbola. Bakat dan minatnya ini diturunkan oleh sang ayah, Nouval Bachdim yang juga pernah memperkuat klub Persema Malang pada era 80 an. Kedua orang tua Irfan sangat mendukung hobi anaknya. Pada usia 11 tahun, mereka menyekolahkan Irfan di akademi Junior klub Ajax Amsterdam yang terkenal banyak menghasilkan pemain kelas dunia. Disinilah Irfan mengasah bakatnya bermain sepakbola.Berselang 3 tahun kemudian, bakat Irfan terendus oleh seorang pencari bakat dari klub Utrecht FC, Irfan lalu bergabung ke dalam tim junior klub tersebut, dan menjadi andalan di sana selama kurang lebih empat tahun (2003-2007). Namun sayangnya Irfan kesulitan menembus tim inti Utrecht FC. Dirinya hanya pernah sekali memperkuat Utrecht dalam pertandingan Eredivisie (Liga premier Belanda) melawan VVV Venlo. Meskipun bermain selama 90 menit, Irfan tak memberi kontribusi apapun dalam pertandingan itu. Pertandingan tersebut menjadi yang pertama dan terakhir bagi Irfan di tim inti Utrecht FC. Ia dilepas oleh klub itu tak lama setelahnya.

Setelah di Utrecht, Irfan berlabuh di klub divisi 2 Belanda, HFH Harlem. Lagi-lagi disini bakat Irfan terbuang sia-sia. Ia tak sempat sekalipun membela klubnya. Kemudian pada tahun 2010, Irfan memutuskan untuk kembali ke kampung halaman ayahnya, Indonesia. Irfan sempat melamar di beberapa klub sepakbola seperti Persija dan Persib, namun kerap gagal dalam tes. Namun pada akhirnya, dirinya berhasil diterima dan kini memperkuat Persema Malang, klub ayahnya dulu.


Meski berkewarganegaraan ganda, (asal jgn berkepribadian ganda aj.....ckckkck) Irfan Bachdim amat sangat ingin untuk membela tim nasional Indonesia. Pada tahun 2006 silam, dirinya pernah hampir memperkuat tim nasional Indonesia U23 (di bawah usia 23) di ajang Asian Games 2006 yang digelar di Qatar. Namun kala itu cedera membuat Irfan terpaksa mengundurkan diri.
Namun penampilan gemilangnya bersama Persema membuat pelatih tim nasional Indonesia Alfred Riedl tertarik untuk memboyongnya bersama timnas senior untuk ajang AFF Suzuki Cup 2010. Impian Irfan pun tercapai, dirinya hingga kini tercatat sudah 4 kali mengenakan kostum merah putih, yakni di pertandingan melawan Timor Leste (persahabatan), China Taipei (persahabatan), Malaysia (pertandingan pertama grup A AFF Cup 2010) dan Laos (pertandingan kedua grup A AFF Cup 2010). Irfan mengenakan nomor punggung 17 di timnas, yang membuat dirinya mendapat julukan IB17 (Irfan Bachdim-17) dari sebagian penikmat bola.


Irfan Bachdim Sekarang Dengan Garuda Didadanya...

Irfan Bachdim dapat bermain di sejumlah posisi, namun posisi alaminya adalah second striker / trequarista. Yakni posisi dimana seorang pemain berada di lini antara striker dan gelandang. Irfan adalah pemain yang punya visi dan pergerakan tanpa bola yang bagus. Ia mampu membuka ruang bagi rekan-rekannya dengan umpan-umpan pendek yang rapi dan pergerakan yang tak terduga. Kehadirannya memberi warna ‘Eropa’ bagi pola permainan timnas yang selama ini hanya mengandalkan dribel dan kemampuan fisik semata.
Kini harapan besar terletak di pundak Irfan dan timnas Indonesia. Mereka diharapkan dapat merebut gelar juara AFF tahun ini, karena Indonesia sudah belasan tahun tidak mencicipi gelar apapun dari panggung sepakbola internasional.
Pertandingan melawan Malaysia awal dari ketenaran seorang Irfan Bachdim dan gairah sepakbola Indonesia yang sempat loyo (ada koruptor seeeh..........bikin eneg tuh). Permainannya yang lugas dan wajah tampannya membuat penggemarnya berdatangan dari berbagai kalangan, mulai dari kaum Hawa hinga kaum Adam. Irfan sendiri mencetak gol yang menutup pertandingan tersebut dengan skor 5-1 untuk Indonesia.
Gol perdana untuk timnas Indonesia itu membuat Irfan begitu cepat populer. Didukung oleh wajahnya yang memang “layak jual” seakan Irfan pun seng ada lawan untuk jadi topik pembicaraan.
Kini, setiap timnas menjalani latihan, bisa dipastikan puluhan gadis-gadis ngantre ingin meminta foto bersama dengan pemain yang musim ini memperkuat klub ISL Persema Malang itu. “Wah bingung juga sekarang banyak penggemar datang yang minta kenal. Tapi saya tetap ingin fokus meraih prestasi bersama timnas Indonesia,” kata Irfan.
Pada pertandingan kedua, Indonesia mengunduli Laos 6-0 dan Irfan juga mencetak gol pada pertandingan tersebut. Otomatis para penikmat bola Indonesia semakin di buat penasaran oleh striker yang satu ini. 
Ketenaran Irfan tak hanya di dunia “nyata”, di dunia ‘maya’pun penggemar  Irfan  jumlahnya menanjak tajam. Sampai tadi malam, pengikut Irfan dalam akun Twitternya (irfanbachdim10) sudah menembus 36.442 follower. Sebelum pertandingan melawan Malaysia followernya hanya di kisaran 7000.
Mayoritas followers Irfan  adalah para gadis. Beragam komentar dituliskan para penggemar itu. Dari mulai memuja wajahnya indonya yang menggemaskan hingga ada yang minta jadi pacar atau bahkan dinikahi.
Hanya, para pemuja Irfan itu harus siap kecewa. Sebab pemain yang lengan kanannya dipenuhi tato itu sudah memiliki tambatan hati, yakni. Jennifer Jasmin Kurniawan yang berprofesi sebagai model pakaian dalam di Jerman. (Nah lo.......)

Jennifer juga memiliki darah Indonesia. Ya, Jennifer tak lain adalah kakak dari Kim Jeffrey  Kurniawan. Salah satu pemain keturunan yang saat ini dalam proses naturalisasi. Kim bahkan pernah bergabung bersama dengan Irfan di Persema sebelum harus kembali ke Jerman untuk menuntaskan kelengkapan administrasinya guna bermain di Indonesia dan menjadi WNI.
Irfan mengaku belum lama “jadian” dengan Jennifer. “Baru sekitar tiga bulan,” kata Irfan. Pemain yang pernah bergabung di tim Ajax Amsterdam Junior ini mengungkapkan jika dirinya baru mengenal Jennifer disela pertandingan laga amal di Surabaya dan Malang Agustus lalu.
“Karena dia dari keluarga bola, Jennifer sangat mendukung saya. Supportnya sangat berarti bagi saya. Apalagi kami sama-sama memiliki darah Indonesia,”  pungkas Irfan.

PSSI Intimidasi Irfan


http://giewahyudi.files.wordpress.com/2011/01/irfan-bachdim.jpg



http://th07.deviantart.net/fs71/PRE/i/2010/341/0/4/irfan_bachdim_by_bigsu-d34gcum.jpg

Saat ini, ada tiga klub yang mengundurkan diri dari Liga Super Indonesia (LSI) dan pindah ke Liga Primer Indonesia (LPI), yaitu Persema Malang, Persibo Bojonegoro, dan PSM Makassar. Surat pengunduran diri ketiga klub itu dari kompetisi LSI sudah diterima oleh PT Liga Indonesia pada 24 Desember 2010.
Sekretaris Jenderal PSSI Nugraha Besoes, Kamis (30/12), menilai, pemain yang ikut klub LPI tidak bisa masuk timnas. PSSI menilai, LPI adalah kompetisi yang tidak dikenal dan tidak diakui keberadaannya.
”Jika Irfan mau tetap membela timnas Indonesia, dia harus ikut kompetisi yang diakui oleh PSSI, yaitu Liga Super Indonesia,” ujar Nugraha.
Manajer timnas, Andi Darussalam Tabussala mengaku, telah memberitahu 22 pemain timnas Piala Suzuki AFF 2010 bahwa pemain yang ikut LPI harus keluar dari timnas.
”Saya sudah memberitahukan sikap manajemen terhadap kompetisi yang tidak dikenal itu (LPI). Seluruh 22 pemain (timnas) sudah tahu itu. Siapa yang ikut bergabung dengan klub peserta LPI, mereka tidak akan bisa membela timnas,” tegas Andi.
Namun, PSSI masih memberikan kesempatan bagi pemain dari ketiga klub itu untuk ikut kompetisi yang diakui oleh PSSI. PT Liga Indonesia sebagai pengelola LSI akan menyediakan pengacara untuk menyelesaikan sengketa kontrak antara klub dan pemain yang tidak ingin bermain di LPI, dan membantu mencarikan klub baru.
”Semua pemain yang ingin keluar dari klub peserta LPI akan kita bantu dengan pengacara,” ujar Direktur PT Liga Indonesia Joko Driyono.
Joko menilai, bantuan hukum itu sebagai wujud tanggung jawab PT Liga untuk melindungi pemain. Dalam kontrak antara klub dan pemain disepakati pemain hanya bermain di kompetisi LSI.
Intimidasi
Persema Malang menilai intimidasi oleh PSSI terhadap pemainnya, Irfan Bachdim, tidak mendidik, tidak benar, dan tidak baik dampaknya bagi dunia sepak bola Indonesia.
”Niat PSSI untuk mencarikan Irfan Bachdim klub baru hanya karena Persema memutuskan mengikuti LPI kami nilai sebagai intimidasi yang tidak mendidik, tidak benar, dan tidak baik bagi sepak bola Indonesia,” ujar Pelatih Persema Malang Timo Scheunemann.
”Setiap pemain memiliki hak untuk menentukan di klub mana ia akan bermain. Dan kalau prestasinya bagus, maka ia berhak dipanggil memperkuat timnas meski posisinya di pelosok negeri di pantai terpencil, atau bermain di klub mana pun,” tegas Timo.
Timo menilai, jika seorang pemain dinilai baik dan berpotensi untuk kemajuan sepak bola Indonesia, seharusnya di mana pun ia bermain tetap bisa masuk menjadi tim nasional. Ia berharap, PSSI bijak menanggapi munculnya LPI.
”Toh, baik LSI maupun LPI tujuannya sama, yaitu memajukan sepak bola Indonesia. PSSI dan LPI pun memiliki niat sama, yaitu melepaskan ketergantungan klub terhadap APBD,” kata pelatih asal Jerman tersebut.
Timo mengatakan, semua persoalan klub itu harus dikembalikan ke Irfan. ”Ini karena Irfan memiliki pilihan sendiri dan ia juga terikat kontrak dengan Persema.”
Pemain lain yang juga terancam dicegat oleh PSSI masuk timnas adalah Kim Jeffrey Kurniawan yang baru saja dinaturalisasi. Gelandang yang pernah bermain di divisi empat Liga Jerman itu sedang menjalani proses bergabung dengan Persema Malang.
”Kim juga sudah kami beritahu tentang kondisi ini. Saya rasa dia memiliki pilihan yang rasional,” ujar Besoes.
Dalam konferensi pers pada 20 Desember, dua jam setelah resmi menjadi warga negara Indonesia, Kim berharap bisa membela timnas Indonesia. Ia ingin menjadi seperti kakeknya, Kwee Hong Sing, yang pernah membela timnas Indonesia di era 1950-an.
”Saya ingin menjadi seperti kakek saya. Saya akan tunjukan keterampilan dan kemampuan saya saat seleksi timnas U-23 dan saya berharap bisa mengenakan kostum timnas,” ujar Kim.
Proses negosiasi Kim dengan Persema kemungkinan besar terhambat oleh intimidasi PSSI yang tidak akan mengakomodasi pemain dari klub peserta LPI untuk membela timnas.
PSSI juga mengintimidasi para wasit, pengawas pertandingan, dan orang yang terkait dengan PSSI tetapi aktif dalam LPI. Bagi wasit dan pengawas pertandingan, PSSI akan melaporkan mereka ke FIFA dan AFC supaya dicabut lisensinya sehingga tidak bisa memimpin pertandingan.
Demikian juga dengan para agen pemain asing yang memasok pemain ke LPI akan dilaporkan ke FIFA supaya dicabut izinnya sebagai agen pemain.
Penjadwalan ulang
Terkait dengan pengunduran diri Persema, Persibo, dan PSM, PT Liga Indonesia akan mengatur ulang jadwal pertandingan. Pengelola LSI itu akan bertemu dengan 15 klub yang tersisa pada 3 November untuk menyepakati sistem kompetisi dan penyesuaian nilai.
”Seluruh pertandingan yang diikuti oleh tiga klub yang mengundurkan diri itu dianggap tidak ada. Nilainya akan dihapus karena belum selesai satu putaran,” ujar Joko Driyono.
Peserta kompetisi hingga akhir musim tetap 15 tim. Tim paling bawah di akhir musim kompetisi akan menjalani play off dengan peringkat keempat Divisi Utama. Tiga tim yang keluar dari LSI dianggap terdegradasi dan akan diisi oleh tiga klub promosi dari Divisi Utama.

Irfan Bachdim Pilih Tetap di Indonesia


KOMPAS IMAGES/BANAR FIL ARDHI Ekspresi pemain Indonesia, Irfan Haarys Bachdim, usai mencetak gol pada pertandingan Piala Suzuki AFF 2010 melawan Laos di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Pertandingan ini berakhir 6-0 untuk kemenangan Indonesia.

JAKARTA, KOMPAS.com Pemain tim nasional Indonesia, Irfan Bachdim, tetap akan merumput di Indonesia dan tidak ada niatan untuk meninggalkan Indonesia. Sebelumnya ada kekhawatiran dari para pencinta tim "Merah Putih" bahwa Irfan akan kembali ke Belanda setelah tak mampu membawa Indonesia menjadi juara Piala AFF 2010.
Irfan merupakan pemain hasil naturalisasi yang mendapat kewarganegaraan Indonesia secara penuh tahun 2010. Irfan Haarys Bachdim yang lahir di Amsterdam, 11 Agustus 1988, saat ini memperkuat Persema Malang di Liga Super Indonesia. Ia tergabung dalam timnas Indonesia asuhan Alfred Riedl untuk Piala AFF 2010. Dalam bermain, ia bisa menempati berbagai posisi, seperti striker, gelandang, ataupun sayap.
”Sudah hampir Tahun Baru. Mari kita lupa turnamen, tapi tolong ingatkan selalu para pendukung yang besar! Aku tidak akan melupakan kamu! INDONESIA!,” kata Irfan dalam akun jejaring sosial Twitter @IrfanBachdim10 yang ditulisnya tadi malam.
Ia menjamin bahwa dirinya tidak akan meninggalkan Indonesia. “Bagi orang-orang yang berpikir saya akan meninggalkan Indonesia! Jangan khawatir saya tetap akan TINGGAL DI SINI!,” ungkapnya menjawab kekhawatiran para penggemarnya di Twitter.
Seperti diketahui, Noval Bachdim, ayah Irfan, merupakan warga negara Indonesia kelahiran Malang yang telah menetap lebih dari 20 tahun di Belanda, sedangkan ibunya Hester van Dijic adalah warga negara Belanda.
Keluarga Bachdim tinggal di kota Amsterdam. Keluarga besar dari ayahnya pernah menetap lama di Lawang, Malang, sejak tahun 1955 hingga memasuki era 1980-an.
Irfan terlahir dari keluarga pemain sepak bola. Bakatnya diturunkan dari ayahnya yang seorang pesepak bola dari klub PS Fajar Lawang pada era 1980-an serta kakeknya, Ali Bachdim, yang mantan pemain Persema Malang, PSAD Jakarta, dan PSHW (Hisbul Wathon) yang mayoritas beranggotakan pemain keturunan Arab.
Ali Bachdim adalah purnawirawan TNI Angkatan Laut, sedangkan neneknya, Siti Rahimah, berasal dari keluarga Elong. Keduanya adalah keturunan Arab-Manado.

Irfan Bachdim Peringatkan Power Balance



KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO Irfan Bachdim, salah seorang dari lima pemain senior di Piala AFF 2010 yang akan dipanggil untuk membela timnas U-23.
JAKARTA, KOMPAS.com — Produsen Power Balance banyak mengutip testimoni olahragawan dunia, mulai bintang olahraga voli, renang, hoki, bisbol, hoki, golf, basket, sampai pebalap F1, untuk meyakinkan khasiat gelang silikonnya. Banyak bintang terkenal, mulai pebasket Shaquille O'neal dan Lamar Odom hingga pebalap F1 Rubens Barichello, memujinya.
Siapa yang tak percaya komentar bintang-bintang top dunia sehingga ingin menggunakan gelang yang sama? Baca saja testimoni Shaquille O'neal yang merasa bisa menang pertandingan setelah mengenakan gelang tersebut.
"Malam itu, saat bermain untuk Phoenix Suns, ada tiga anggota tim yang mengenakan produk tersebut dan kami memang 57 poin. Saya merasa ada sesuatu saat mengenakannya sehingga saya tetap menggunakannya," katanya seperti dikutip situs web Power Balance.
Beda lagi dengan Ruben Barichello yang merasa lebih baik dan fleksibel saat berlatih mengenakan gelang Power Balance. Dia pun mengaku merasa berbeda saat berlomba di sirkuit balap. Atlet motokros Cam Sinclair mengaku tak peduli bagaimana cara kerja gelang tersebut. Namun, ia merasa percaya diri sejak mengenakannya sehingga bisa melakukan putaran di udara dengan lebih seimbang dan mantap.
Namun, di balik pujian tersebut, hari ini Power Balance dengan terbuka menyatakan bahwa khasiat gelang silikon buatannya tak punya bukti ilmiah yang kuat. Produsennya pun meminta maaf kepada konsumen yang merasa tertipu promosinya dan menawarkan pengembalian uang secara penuh.
Pernyataan Power Balance tersebut mendapat perhatian atlet, salah satunya Irfan Bachdim, striker tim nasional Indonesia saat berlaga di Piala AFF 2010. Ia turut meneruskan pesan di Twitter yang memperingatkan hal tersebut.
"PowerBalance Admits Their Wristband Are a Scam," tulisnya. Pesan tersebut diambil dari judul artikel di blog teknologi Gizmodo, yang dijadikan salah satu rujukan para pengguna Twitter untuk menyebarkan klarifikasi soal Power Balance yang tidak seberkhasiat yang digembar-gemborkan selama ini.

Pesona Bachdim di Bawah Guyuran Hujan


 


TRIBUNJOGJA.COM/ADE RIZAL AVIANTO

Irfan Bachdim seolah berdansa dengan si kulit bundar dalam memperdaya lawannya di Stadion Manahan Solo. Ia menuntaskan aksi briliannya dengan mencetak dua gol yag membawa Persema Malang 5-1 atas tuan rumah Solo FC.
SOLO, KOMPAS.com — Irfan Bachdim mengamuk dan memamerkan pesonanya sebagai striker sekaligus idola. Di bawah guyuran hujan di Stadion Manahan, Solo, saat membela Persema melawan FC Solo, dia seperti menari dengan penuh pesona.
IB10, demikian julukannya, tak menyia-nyiakan pendukungnya. Dia memberi hiburan. Meliuk-liuk memainkan si kulit bulat, Irfan menuntaskan tarian gemilangnya tersebut dengan menceploskan dua gol yang membuat Persema Malang menang telak 5-1 atas tuan rumah Solo FC.
Di tribune utara beberapa penonton perempuan hadir untuk menyaksikan jalannya pertandingan. Irfan tetap menjadi daya tarik utama dalam pertandingan ini.
Beberapa kali sejumlah kaum hawa ini berteriak histeris saat pemain depan timnas Indonesia ini menguasai bola. Berikut tangkapan kamera saat Irfan menari bersama si kulit bulat.

"Irfan Bachdim" Jadi Saksi Referendum



SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ
Seorang siswa SMA Tamiriyah menendang bola layaknya tendangan penalti untuk memilih LPI atau ISL dalam acara Referendum Bola di halaman sekolah.
SURABAYA, KOMPAS.com — Polemik seputar Indonesia Super League (ISL) dengan Liga Primer Indonesia (LPI) mendapat perhatian siswa SMA Ta’miriyah di Surabaya. Sebagai bentuk keprihatinannya, Sabtu (8/1/2011) kemarin, mereka menggelar referendum bola.
Berbeda dengan jajak pendapat kebanyakan, referendum ini ditentukan dengan tendangan penalti. Para siswa yang sudah mendapat kartu pemilih langsung mengambil 12 meter dari gawang yang sudah terpampang kain besar bergambar lambang ISL dan LPI. Jika memilih LPI, bola harus mengenai kain yang bertuliskan LPI, begitu sebaliknya.
Setelah itu, mereka wajib mencelupkan jari ke tinta sebagai bukti telah memberikan suaranya. Referendum ini disaksikan "pemain timnas" seperti Irfan Bachdim dan Christian Gonzales yang diperankan oleh siswa.
Wakil Kepala Sekolah Kesiswaan Sucipto mengatakan, referendum ini untuk mengukur sejauh mana siswa memilih liga yang dinilainya mampu membawa sepak bola Indonesia bangkit dan berprestasi di tingkat internasional.
"Ini cerminan betapa para siswa dan masyarakat sangat rindu dan berharap agar sepak bola Indonesia bangkit dan berprestasi di tingkat internasional,” katanya. Hasil referendum tersebut akan dikirimkan ke Menpora dan PSSI. "Jangan sampai karut-marut sepak bola nasional ini menghambat prestasi bangsa,” ujarnya.

Sttt..., Bachdim "Ngurus" SIM di Polres

MALANG

KOMPAS/AGUNG SETYAHADI
Irfan Bachdim dikalungi bunga ucapan selamat datang oleh siswi Sekolah Indonesia Kuala Lumpur saat tiba di Malaysia.
MALANG, KOMPAS.com — Ada kehebohan kecil di Markas Kepolisian Resor Kota Malang, Jawa Timur, Sabtu (22/1/2011). Betapa tidak, hari itu kantor polisi tersebut kedatangan tamu istimewa. Dialah Irfan Bachdim.
Untuk apa dia ke Polresta Malang? Ternyata dia mengurus surat izin mengemudi alias SIM. "Dua sekaligus, SIM A dan C," kata Bripka Saiful Ilmi yang melayani pembuatan SIM pemain naturalisasi yang pernah memperkuat tim nasional selama Piala AFF lalu itu.
Tentu saja kedatangan Bachdim membuat suasana sedikit heboh meski tidak sampai histeris. Bahkan Bachdim harus tertahan sedikit lama di ruang Kepala Unit SIM Polresta Malang karena Bachdim yang digilai cewek-cewek itu harus melayani puluhan anggota polisi yang mengajaknya foto bersama, termasuk polwan tentu saja.
Keterangan yang didapat, Bachdim datang bersama Ria Sungkar yang tidak lain adalah ibu dari pebalap nasional Rifat Sungkar. Dalam SIM-nya, dia menggunakan alamat rumah di Kelurahan dan Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.

Nurdin Tak Sebut Irfan Bintang Timnas


KOMPAS IMAGES/DHONI SETIAWANIrfan Haarys Bachdim menjadi korban PSSI karena kenekatannya untuk tetap bermain di LPI. Irfan tak dipanggil perkuat timnas.
TABANAN, KOMPAS.com — Ketua Umum PSSI Nurdin Halid pada pembukaan Kongres Tahunan PSSI di Nirwana Resort, Bali, Jumat (21/1/2011), tidak menyebut nama Irfan Bachdim meski pemain itu tampil cemerlang di Piala AFF 2010 lalu.
Nurdin hanya menyebutkan nama-nama yang telah familiar, seperti Markus Haris Maulana, Firman Utina, Bambang Pamungkas, Oktovianus Maniani, bahkan seorang Cristian Gonzales yang pemain naturalisasi.
"Mereka telah mampu membangkitkan iklim sepak bola kita. Ini adalah hasil kompetisi yang berkelanjutan," katanya di depan ratusan peserta kongres di Nirwana Resort, Bali, Jumat (22/1/2011).
Publik telah tahu bahwa pemain yang saat ini memperkuat Persema Malang di Liga Primer Indonesia (LPI) bentukan Arifin Panigoro itu layak disebut bintang meski hanya mampu mencetak dua gol.
Irfan Bachdim bahkan telah menjadi salah satu magnet bagi timnas Indonesia. Terbukti, banyak suporter terutama wanita yang mengelu-elukan pemain keturunan Indonesia-Belanda tersebut.
Dengan bergabungnya Persema di LPI, kemungkinan besar akan berpengaruh pada posisi Irfan Bachdim di timnas. Hal itu karena timnas di bawah asuhan Alfred Riedl dilarang menggunakan jasa pemain yang tidak bertanding di kompetisi resmi PSSI.
Irfan sebetulnya telah dinyatakan lolos tanpa seleksi lagi untuk memperkuat timnas U-23 yang akan turun di SEA Games 2011 mendatang. Hanya saja, keputusan itu akan ditetapkan pada Maret mendatang.
"Selama tahun 2010 banyak keberhasilan yang bisa diraih, termasuk timnas. Ini adalah hasil kompetisi yang berkelanjutan," kata Nurdin dengan tegas.      
Pria asal Makassar itu tidak membantah jika selama tahun 2010 masih terjadi banyak kekurangan. Hanya saja, Nurdin tidak menjelaskan dengan detail kekurangan yang terjadi dalam setahun terakhir.
Mengomentasi keberadaan LPI, Nurdin hanya menjelaskan bahwa kompetisi sepak bola bentukan pengusaha nasional Arifin Panigoro itu melanggar Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional.

Pocari Sweat Gandeng Bachdim

JAKARTA, KOMPAS.com - Pocari Sweat menggandeng bintang Persema Malang, Irfan Bachdim, dalam turnamen "Pocari Sweat Futsal Championship 2011". Bachdim diharapkan dapat menjadi role model yang baik dalam turnamen yang akan berlangsung di 10 kota tersebut.
Pocari Sweat Futsal Championship 2011 merupakan turnamen futsal yang melibatkan 16 SLTA di tiap kotanya. Acara olahraga ini merupakan perwujudan komitmen Pocari Sweat dalam memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya keseimbangan cairan tubuh.
Turnamen ini akan berlangsung dari 29 Januari hingga 1 Mei mendatang. Peran Bachdim sendiri sebagai duta dari turnamen tersebut.
"Saya senang sekali bisa terlibat bersama Pocari Sweat untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya cairan tubuh untuk kesehatan. Cairan tubuh memegang peranan penting agar kita bisa beraktivitas secara maksimal, terlebih lagi aktivitas yang memang mengeluarkan keringat seperti olahraga. Karena, saat olahraga kita kehilangan banyak cairan dan ion tubuh," ujar Bachdim di hotel Grand Hyatt, Senin (31/1/2011).
"Ajang Pocari Sweat Championship 2011 ini sangat baik sekali, selain memang bisa menjadi wadah masyarakat untuk berprestasi melalui olahraga, Pocari Sweat juga memberikan edukasi mengenai pentingnya cairan tubuh," tambah Bachdim.

Irfan Bachdim Enggan Komentari Timnas


Jonathan Pandapotan/Kompas.comIrfan Bachdim (kanan) saat konfrensi pers Pocari Sweat Futsal Championship 2011 di hotel Grand Hyatt.
JAKARTA, KOMPAS.com- Lama tak terdengar kabarnya setelah "ditendang" dari timnas oleh Alfred Riedl, Irfan Bachdim akhirnya muncul lagi. Striker berdarah Belanda itu pun enggan berkomentar banyak ketika ditanya soal timnas.
Seperti diberitakan sebelumnya, Bachdim tak diikutsertakan ke dalam timnas U-23 Pra-olimpiade karena ia bermain di Persema Malang yang notabane klub Liga Primer Indonesia. PSSI melarang keras pemain yang berlaga di LPI untuk membela timnas.
Sejak itu, Bachdim lebih sering berada di Malang ketimbang di Jakarta. Senin (31/1/2011) Bachdim muncul lagi di Ibukota. Ia datang sebagai duta "Pocari Sweat Futsal Championship 2011".
Saat konfrensi pers, Bachdim bicara banyak mengenai olahraga futsal dan keinginannya membantu anak-anak SLTA yang ikut turnamen tersebut. Namun, ketika ditanya bagaimana perasaannya tak masuk timnas lagi, Bachdim enggan bicara banyak.
"Saya tak tahu apa yang terjadi. Saya hanya di sini untuk mendukung anak-anak main futsal," kata Bachdim.
Ketika ditanya bagaimana peluang timnas tanpa dirinya, Bachdim menjawab, "Saya sebenarnya tak tahu apa yang terjadi di sini. Saya tegaskan, saya hanya untuk membantu anak-anak di sini," pungkasnya.
Setelah "ditendang" keluar timnas, Bachdim fokus total di Persema. Ia membawa Persema menduduki tangga kedua klasemen LPI. Ia juga memimpin daftar pencetak gol terbanyak LPI dengan 4 gol.

Irfan Bachdim Menangkan Persema


 
KOMPAS/IWAN SETIYAWAN
Pemain Persema Malang, Irfan Bachdim, tampil memukau publik Bogor, Minggu (20/2/2011) dalam lanjutan LPI. Dia mencetak dua gol dan membawa Persema menang 2-1 atas Bogor Raya FC.
Irfan Bachdim berhasil mencetak dua gol untuk memenangkan Persema Malang 2-1 atas Bogor Raya FC, dalam lanjutan Liga Primer Indonesia (LPI) di Stadion Persikabo Cibinong, Minggu (20/2/2011).
Gol pertama berhasil disumbangkan Irfan pada menit ke-25 dan gol keduanya dia cetak di menit ke-68.
Pesona Iran membuat tim Bogor Raya FC tenggelam dan kesulitan untuk mencetak gol. Setelah Irfan keluar untuk diganti pada menit ke-72, Bogor Raya kemudian bisa bermain lebih baik. Mereka bahkan mencetak gol untuk memperkecil kekalahan lewat Luciano Romos Jose.
Pelatih Bogor Raya FC, John Arwandi, mengakui, permainan timnya masih kalah jauh dari Persema Malang yang sudah berpengalaman merumput di berbagai liga.
"Tim kita masih tergolong baru, jadi masih kaku dalam bermain. Tapi kita beruntung dalam LPI ini menghadapi pemain dari tim-tim ternama, sehingga membuat kita lebih berpengalaman ke depannya," kata John usai pertandingan.
John menambahkan, timnya sudah bermain baik, namun karena masih ada kendala teknis, sehingga masih perlu perbaikan. Ia menyebutkan pengalaman yang ada akan menjadi masukan bagi timnya untuk berlatih lebih baik lagi.
Sementara pelatih Persema, Timo Scheunemann, mengatakan, timnya bermain bagus. Hanya saja, dari segi teknis, lapangan kurang bagus dan membuat penampilan pemain kurang maksimal.
"Lapangannya terlalu keras karena kurang siram, sehingga bola memantulnya cukup tinggi dan ini memengaruhi permainan pemain," katanya.