Senin, 21 Februari 2011

Irfan Bachdim Pilih Tetap di Indonesia


KOMPAS IMAGES/BANAR FIL ARDHI Ekspresi pemain Indonesia, Irfan Haarys Bachdim, usai mencetak gol pada pertandingan Piala Suzuki AFF 2010 melawan Laos di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Pertandingan ini berakhir 6-0 untuk kemenangan Indonesia.

JAKARTA, KOMPAS.com Pemain tim nasional Indonesia, Irfan Bachdim, tetap akan merumput di Indonesia dan tidak ada niatan untuk meninggalkan Indonesia. Sebelumnya ada kekhawatiran dari para pencinta tim "Merah Putih" bahwa Irfan akan kembali ke Belanda setelah tak mampu membawa Indonesia menjadi juara Piala AFF 2010.
Irfan merupakan pemain hasil naturalisasi yang mendapat kewarganegaraan Indonesia secara penuh tahun 2010. Irfan Haarys Bachdim yang lahir di Amsterdam, 11 Agustus 1988, saat ini memperkuat Persema Malang di Liga Super Indonesia. Ia tergabung dalam timnas Indonesia asuhan Alfred Riedl untuk Piala AFF 2010. Dalam bermain, ia bisa menempati berbagai posisi, seperti striker, gelandang, ataupun sayap.
”Sudah hampir Tahun Baru. Mari kita lupa turnamen, tapi tolong ingatkan selalu para pendukung yang besar! Aku tidak akan melupakan kamu! INDONESIA!,” kata Irfan dalam akun jejaring sosial Twitter @IrfanBachdim10 yang ditulisnya tadi malam.
Ia menjamin bahwa dirinya tidak akan meninggalkan Indonesia. “Bagi orang-orang yang berpikir saya akan meninggalkan Indonesia! Jangan khawatir saya tetap akan TINGGAL DI SINI!,” ungkapnya menjawab kekhawatiran para penggemarnya di Twitter.
Seperti diketahui, Noval Bachdim, ayah Irfan, merupakan warga negara Indonesia kelahiran Malang yang telah menetap lebih dari 20 tahun di Belanda, sedangkan ibunya Hester van Dijic adalah warga negara Belanda.
Keluarga Bachdim tinggal di kota Amsterdam. Keluarga besar dari ayahnya pernah menetap lama di Lawang, Malang, sejak tahun 1955 hingga memasuki era 1980-an.
Irfan terlahir dari keluarga pemain sepak bola. Bakatnya diturunkan dari ayahnya yang seorang pesepak bola dari klub PS Fajar Lawang pada era 1980-an serta kakeknya, Ali Bachdim, yang mantan pemain Persema Malang, PSAD Jakarta, dan PSHW (Hisbul Wathon) yang mayoritas beranggotakan pemain keturunan Arab.
Ali Bachdim adalah purnawirawan TNI Angkatan Laut, sedangkan neneknya, Siti Rahimah, berasal dari keluarga Elong. Keduanya adalah keturunan Arab-Manado.

Irfan Bachdim Peringatkan Power Balance



KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO Irfan Bachdim, salah seorang dari lima pemain senior di Piala AFF 2010 yang akan dipanggil untuk membela timnas U-23.
JAKARTA, KOMPAS.com — Produsen Power Balance banyak mengutip testimoni olahragawan dunia, mulai bintang olahraga voli, renang, hoki, bisbol, hoki, golf, basket, sampai pebalap F1, untuk meyakinkan khasiat gelang silikonnya. Banyak bintang terkenal, mulai pebasket Shaquille O'neal dan Lamar Odom hingga pebalap F1 Rubens Barichello, memujinya.
Siapa yang tak percaya komentar bintang-bintang top dunia sehingga ingin menggunakan gelang yang sama? Baca saja testimoni Shaquille O'neal yang merasa bisa menang pertandingan setelah mengenakan gelang tersebut.
"Malam itu, saat bermain untuk Phoenix Suns, ada tiga anggota tim yang mengenakan produk tersebut dan kami memang 57 poin. Saya merasa ada sesuatu saat mengenakannya sehingga saya tetap menggunakannya," katanya seperti dikutip situs web Power Balance.
Beda lagi dengan Ruben Barichello yang merasa lebih baik dan fleksibel saat berlatih mengenakan gelang Power Balance. Dia pun mengaku merasa berbeda saat berlomba di sirkuit balap. Atlet motokros Cam Sinclair mengaku tak peduli bagaimana cara kerja gelang tersebut. Namun, ia merasa percaya diri sejak mengenakannya sehingga bisa melakukan putaran di udara dengan lebih seimbang dan mantap.
Namun, di balik pujian tersebut, hari ini Power Balance dengan terbuka menyatakan bahwa khasiat gelang silikon buatannya tak punya bukti ilmiah yang kuat. Produsennya pun meminta maaf kepada konsumen yang merasa tertipu promosinya dan menawarkan pengembalian uang secara penuh.
Pernyataan Power Balance tersebut mendapat perhatian atlet, salah satunya Irfan Bachdim, striker tim nasional Indonesia saat berlaga di Piala AFF 2010. Ia turut meneruskan pesan di Twitter yang memperingatkan hal tersebut.
"PowerBalance Admits Their Wristband Are a Scam," tulisnya. Pesan tersebut diambil dari judul artikel di blog teknologi Gizmodo, yang dijadikan salah satu rujukan para pengguna Twitter untuk menyebarkan klarifikasi soal Power Balance yang tidak seberkhasiat yang digembar-gemborkan selama ini.

Pesona Bachdim di Bawah Guyuran Hujan


 


TRIBUNJOGJA.COM/ADE RIZAL AVIANTO

Irfan Bachdim seolah berdansa dengan si kulit bundar dalam memperdaya lawannya di Stadion Manahan Solo. Ia menuntaskan aksi briliannya dengan mencetak dua gol yag membawa Persema Malang 5-1 atas tuan rumah Solo FC.
SOLO, KOMPAS.com — Irfan Bachdim mengamuk dan memamerkan pesonanya sebagai striker sekaligus idola. Di bawah guyuran hujan di Stadion Manahan, Solo, saat membela Persema melawan FC Solo, dia seperti menari dengan penuh pesona.
IB10, demikian julukannya, tak menyia-nyiakan pendukungnya. Dia memberi hiburan. Meliuk-liuk memainkan si kulit bulat, Irfan menuntaskan tarian gemilangnya tersebut dengan menceploskan dua gol yang membuat Persema Malang menang telak 5-1 atas tuan rumah Solo FC.
Di tribune utara beberapa penonton perempuan hadir untuk menyaksikan jalannya pertandingan. Irfan tetap menjadi daya tarik utama dalam pertandingan ini.
Beberapa kali sejumlah kaum hawa ini berteriak histeris saat pemain depan timnas Indonesia ini menguasai bola. Berikut tangkapan kamera saat Irfan menari bersama si kulit bulat.

"Irfan Bachdim" Jadi Saksi Referendum



SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ
Seorang siswa SMA Tamiriyah menendang bola layaknya tendangan penalti untuk memilih LPI atau ISL dalam acara Referendum Bola di halaman sekolah.
SURABAYA, KOMPAS.com — Polemik seputar Indonesia Super League (ISL) dengan Liga Primer Indonesia (LPI) mendapat perhatian siswa SMA Ta’miriyah di Surabaya. Sebagai bentuk keprihatinannya, Sabtu (8/1/2011) kemarin, mereka menggelar referendum bola.
Berbeda dengan jajak pendapat kebanyakan, referendum ini ditentukan dengan tendangan penalti. Para siswa yang sudah mendapat kartu pemilih langsung mengambil 12 meter dari gawang yang sudah terpampang kain besar bergambar lambang ISL dan LPI. Jika memilih LPI, bola harus mengenai kain yang bertuliskan LPI, begitu sebaliknya.
Setelah itu, mereka wajib mencelupkan jari ke tinta sebagai bukti telah memberikan suaranya. Referendum ini disaksikan "pemain timnas" seperti Irfan Bachdim dan Christian Gonzales yang diperankan oleh siswa.
Wakil Kepala Sekolah Kesiswaan Sucipto mengatakan, referendum ini untuk mengukur sejauh mana siswa memilih liga yang dinilainya mampu membawa sepak bola Indonesia bangkit dan berprestasi di tingkat internasional.
"Ini cerminan betapa para siswa dan masyarakat sangat rindu dan berharap agar sepak bola Indonesia bangkit dan berprestasi di tingkat internasional,” katanya. Hasil referendum tersebut akan dikirimkan ke Menpora dan PSSI. "Jangan sampai karut-marut sepak bola nasional ini menghambat prestasi bangsa,” ujarnya.

Sttt..., Bachdim "Ngurus" SIM di Polres

MALANG

KOMPAS/AGUNG SETYAHADI
Irfan Bachdim dikalungi bunga ucapan selamat datang oleh siswi Sekolah Indonesia Kuala Lumpur saat tiba di Malaysia.
MALANG, KOMPAS.com — Ada kehebohan kecil di Markas Kepolisian Resor Kota Malang, Jawa Timur, Sabtu (22/1/2011). Betapa tidak, hari itu kantor polisi tersebut kedatangan tamu istimewa. Dialah Irfan Bachdim.
Untuk apa dia ke Polresta Malang? Ternyata dia mengurus surat izin mengemudi alias SIM. "Dua sekaligus, SIM A dan C," kata Bripka Saiful Ilmi yang melayani pembuatan SIM pemain naturalisasi yang pernah memperkuat tim nasional selama Piala AFF lalu itu.
Tentu saja kedatangan Bachdim membuat suasana sedikit heboh meski tidak sampai histeris. Bahkan Bachdim harus tertahan sedikit lama di ruang Kepala Unit SIM Polresta Malang karena Bachdim yang digilai cewek-cewek itu harus melayani puluhan anggota polisi yang mengajaknya foto bersama, termasuk polwan tentu saja.
Keterangan yang didapat, Bachdim datang bersama Ria Sungkar yang tidak lain adalah ibu dari pebalap nasional Rifat Sungkar. Dalam SIM-nya, dia menggunakan alamat rumah di Kelurahan dan Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.

Nurdin Tak Sebut Irfan Bintang Timnas


KOMPAS IMAGES/DHONI SETIAWANIrfan Haarys Bachdim menjadi korban PSSI karena kenekatannya untuk tetap bermain di LPI. Irfan tak dipanggil perkuat timnas.
TABANAN, KOMPAS.com — Ketua Umum PSSI Nurdin Halid pada pembukaan Kongres Tahunan PSSI di Nirwana Resort, Bali, Jumat (21/1/2011), tidak menyebut nama Irfan Bachdim meski pemain itu tampil cemerlang di Piala AFF 2010 lalu.
Nurdin hanya menyebutkan nama-nama yang telah familiar, seperti Markus Haris Maulana, Firman Utina, Bambang Pamungkas, Oktovianus Maniani, bahkan seorang Cristian Gonzales yang pemain naturalisasi.
"Mereka telah mampu membangkitkan iklim sepak bola kita. Ini adalah hasil kompetisi yang berkelanjutan," katanya di depan ratusan peserta kongres di Nirwana Resort, Bali, Jumat (22/1/2011).
Publik telah tahu bahwa pemain yang saat ini memperkuat Persema Malang di Liga Primer Indonesia (LPI) bentukan Arifin Panigoro itu layak disebut bintang meski hanya mampu mencetak dua gol.
Irfan Bachdim bahkan telah menjadi salah satu magnet bagi timnas Indonesia. Terbukti, banyak suporter terutama wanita yang mengelu-elukan pemain keturunan Indonesia-Belanda tersebut.
Dengan bergabungnya Persema di LPI, kemungkinan besar akan berpengaruh pada posisi Irfan Bachdim di timnas. Hal itu karena timnas di bawah asuhan Alfred Riedl dilarang menggunakan jasa pemain yang tidak bertanding di kompetisi resmi PSSI.
Irfan sebetulnya telah dinyatakan lolos tanpa seleksi lagi untuk memperkuat timnas U-23 yang akan turun di SEA Games 2011 mendatang. Hanya saja, keputusan itu akan ditetapkan pada Maret mendatang.
"Selama tahun 2010 banyak keberhasilan yang bisa diraih, termasuk timnas. Ini adalah hasil kompetisi yang berkelanjutan," kata Nurdin dengan tegas.      
Pria asal Makassar itu tidak membantah jika selama tahun 2010 masih terjadi banyak kekurangan. Hanya saja, Nurdin tidak menjelaskan dengan detail kekurangan yang terjadi dalam setahun terakhir.
Mengomentasi keberadaan LPI, Nurdin hanya menjelaskan bahwa kompetisi sepak bola bentukan pengusaha nasional Arifin Panigoro itu melanggar Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional.

Pocari Sweat Gandeng Bachdim

JAKARTA, KOMPAS.com - Pocari Sweat menggandeng bintang Persema Malang, Irfan Bachdim, dalam turnamen "Pocari Sweat Futsal Championship 2011". Bachdim diharapkan dapat menjadi role model yang baik dalam turnamen yang akan berlangsung di 10 kota tersebut.
Pocari Sweat Futsal Championship 2011 merupakan turnamen futsal yang melibatkan 16 SLTA di tiap kotanya. Acara olahraga ini merupakan perwujudan komitmen Pocari Sweat dalam memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya keseimbangan cairan tubuh.
Turnamen ini akan berlangsung dari 29 Januari hingga 1 Mei mendatang. Peran Bachdim sendiri sebagai duta dari turnamen tersebut.
"Saya senang sekali bisa terlibat bersama Pocari Sweat untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya cairan tubuh untuk kesehatan. Cairan tubuh memegang peranan penting agar kita bisa beraktivitas secara maksimal, terlebih lagi aktivitas yang memang mengeluarkan keringat seperti olahraga. Karena, saat olahraga kita kehilangan banyak cairan dan ion tubuh," ujar Bachdim di hotel Grand Hyatt, Senin (31/1/2011).
"Ajang Pocari Sweat Championship 2011 ini sangat baik sekali, selain memang bisa menjadi wadah masyarakat untuk berprestasi melalui olahraga, Pocari Sweat juga memberikan edukasi mengenai pentingnya cairan tubuh," tambah Bachdim.

Irfan Bachdim Enggan Komentari Timnas


Jonathan Pandapotan/Kompas.comIrfan Bachdim (kanan) saat konfrensi pers Pocari Sweat Futsal Championship 2011 di hotel Grand Hyatt.
JAKARTA, KOMPAS.com- Lama tak terdengar kabarnya setelah "ditendang" dari timnas oleh Alfred Riedl, Irfan Bachdim akhirnya muncul lagi. Striker berdarah Belanda itu pun enggan berkomentar banyak ketika ditanya soal timnas.
Seperti diberitakan sebelumnya, Bachdim tak diikutsertakan ke dalam timnas U-23 Pra-olimpiade karena ia bermain di Persema Malang yang notabane klub Liga Primer Indonesia. PSSI melarang keras pemain yang berlaga di LPI untuk membela timnas.
Sejak itu, Bachdim lebih sering berada di Malang ketimbang di Jakarta. Senin (31/1/2011) Bachdim muncul lagi di Ibukota. Ia datang sebagai duta "Pocari Sweat Futsal Championship 2011".
Saat konfrensi pers, Bachdim bicara banyak mengenai olahraga futsal dan keinginannya membantu anak-anak SLTA yang ikut turnamen tersebut. Namun, ketika ditanya bagaimana perasaannya tak masuk timnas lagi, Bachdim enggan bicara banyak.
"Saya tak tahu apa yang terjadi. Saya hanya di sini untuk mendukung anak-anak main futsal," kata Bachdim.
Ketika ditanya bagaimana peluang timnas tanpa dirinya, Bachdim menjawab, "Saya sebenarnya tak tahu apa yang terjadi di sini. Saya tegaskan, saya hanya untuk membantu anak-anak di sini," pungkasnya.
Setelah "ditendang" keluar timnas, Bachdim fokus total di Persema. Ia membawa Persema menduduki tangga kedua klasemen LPI. Ia juga memimpin daftar pencetak gol terbanyak LPI dengan 4 gol.

Irfan Bachdim Menangkan Persema


 
KOMPAS/IWAN SETIYAWAN
Pemain Persema Malang, Irfan Bachdim, tampil memukau publik Bogor, Minggu (20/2/2011) dalam lanjutan LPI. Dia mencetak dua gol dan membawa Persema menang 2-1 atas Bogor Raya FC.
Irfan Bachdim berhasil mencetak dua gol untuk memenangkan Persema Malang 2-1 atas Bogor Raya FC, dalam lanjutan Liga Primer Indonesia (LPI) di Stadion Persikabo Cibinong, Minggu (20/2/2011).
Gol pertama berhasil disumbangkan Irfan pada menit ke-25 dan gol keduanya dia cetak di menit ke-68.
Pesona Iran membuat tim Bogor Raya FC tenggelam dan kesulitan untuk mencetak gol. Setelah Irfan keluar untuk diganti pada menit ke-72, Bogor Raya kemudian bisa bermain lebih baik. Mereka bahkan mencetak gol untuk memperkecil kekalahan lewat Luciano Romos Jose.
Pelatih Bogor Raya FC, John Arwandi, mengakui, permainan timnya masih kalah jauh dari Persema Malang yang sudah berpengalaman merumput di berbagai liga.
"Tim kita masih tergolong baru, jadi masih kaku dalam bermain. Tapi kita beruntung dalam LPI ini menghadapi pemain dari tim-tim ternama, sehingga membuat kita lebih berpengalaman ke depannya," kata John usai pertandingan.
John menambahkan, timnya sudah bermain baik, namun karena masih ada kendala teknis, sehingga masih perlu perbaikan. Ia menyebutkan pengalaman yang ada akan menjadi masukan bagi timnya untuk berlatih lebih baik lagi.
Sementara pelatih Persema, Timo Scheunemann, mengatakan, timnya bermain bagus. Hanya saja, dari segi teknis, lapangan kurang bagus dan membuat penampilan pemain kurang maksimal.
"Lapangannya terlalu keras karena kurang siram, sehingga bola memantulnya cukup tinggi dan ini memengaruhi permainan pemain," katanya.

Sabtu, 29 Januari 2011

Persema Malang

Persema Malang


Logo Persema
Nama lengkap Persatuan Sepak Bola Malang
Julukan Laskar Ken Arok
Didirikan 20 Juni 1953
Stadion Stadion Gajayana, Malang, Jawa Timur, Indonesia
(Kapasitas: 23.000)
Ketua Umum Bendera Indonesia Drs Peni Soeparto
Manajer Bendera Indonesia Asmuri
Pelatih Bendera Jerman Timo Scheunemann
Liga Liga Primer Indonesia



Kostum kandang
Kostum tandang

Persatuan Sepak bola Indonesia Malang (biasa disingkat: Persema) adalah sebuah klub sepak bola Indonesia yang bermarkas di kota Malang, Provinsi Jawa Timur. Persema adalah saudara tua dari Klub Arema Indonesia. Persema melangsungkan pertandingan kandangnya di Stadion Gajayana. Persema juga mempunyai supporter yang bernama Ngalamania.

Sejarah

Persema adalah klub eks Perserikatan yang berdiri pada 20 Juni 1953. Tampil pertama kali di jenjang teratas Liga Indonesia, Persema tidak pernah menggaet gelar apapun. Persema sempat terdegradasi dari divisi teratas ke jenjang kedua pada tahun 2003, namun kembali lagi ke level teratas dua tahun kemudian.

Mundur dari Liga Super dan bergabung ke Liga Primer

Pada tahun 2011, Persema menyatakan keluar dari Liga Super Indonesia, kompetisi tertinggi yang diselenggarakan PSSI, dan bergabung dengan Liga Primer Indonesia. Persema tidak bergeming meski PSSI mengancam menjatuhkan hukuman yang berat. Bahkan pemain bintang mereka Irfan Bachdim dan Kim Jeffrey Kurniawan terancam meninggalkan Persema karena ancaman tidak dapat memperkuat timnas, meski akhirnya tidak menjadi kenyataan karena keduanya memilih berkomitmen dengan Persema dengan menandatangani kontrak selama tiga tahun, dan hak memperkuat timnas dijamin oleh Menpora. Persema beralasan kepindahan mereka disebabkan mereka sering diteror oleh PSSI

Skuat 2010-11

  • CEO PT. Singosari Sakti Persema: Didied Poernawan Affandy, SE, MBA, Akt
  • Manajer Tim: Asmuri
  • Media Officer: Husnun N Djuraid
  • Sekreatris Tim: IK Wisuda
  • Pelatih Kepala: Timo Scheunemann
  • Asisten Pelatih: Carolino Ivakdalam, Totok Anjik
  • Pelatih Kiper: Hermansyah
Catatan: Bendera menunjukkan tim nasional pemain sesuai dengan peraturan FIFA. Pemain dapat saja mempunyai lebih dari satu kewarganegaraan.
No.
Pos. Nama
77 Bendera Indonesia GK Dedi Iman
60 Bendera Indonesia GK Joko Ribowo
1 Bendera Indonesia GK Sukasto Efendi
24 Bendera Kamerun DF Abanda Herman
16 Bendera Indonesia DF Agung Dwi Caksono
5 Bendera Indonesia DF Munhar
3 Bendera Kamerun DF Seme Patrick
6 Bendera Indonesia DF Suroso
11 Bendera Indonesia MF Bimasakti Kapten
7 Bendera Indonesia MF Firman Basuki
8 Bendera Indonesia MF Izaac Owagai
29 Bendera Indonesia MF Kasan Soleh
13 Bendera Indonesia MF Kim Jeffrey Kurniawan
26 Bendera Indonesia MF M. Kamri
23 Bendera Australia MF Robbert Mark Gaspar
27 Bendera Indonesia MF Sutaji
12 Bendera Korea FW Han Sang-min
28 Bendera Indonesia MF Yogi Alfian
10 Bendera Indonesia FW Irfan Haarys Bachdim
9 Bendera Kamerun FW Bertrand Guy Ngon A Mamoun
17 Bendera Indonesia FW Syamsul Huda
50 Bendera Indonesia FW Reza Mustofa Ardiansya
15 Bendera Indonesia FW Jaya Teguh Angga

Pemain terkenal

  • Bendera Indonesia Irfan Haarys Bachdim (2010-...)
  • Bendera Paraguay Raul Reyes (2005-2007)
  • Bendera Argentina Franco Hitta (2006-2007)
  • Bendera Australia Robbie Gaspar (2009-...)
  • Bendera Indonesia Bima Sakti Tukiman (2005-...)
  • Bendera Kamerun Jean Michael Boubuaken (2003-2004)
  • Bendera Indonesia Gendut Doni Kristiawan (2005-2006)
  • Bendera Indonesia I Komang Putra (2008-...)
  • Bendera Kamerun Christian Lenglolo (2006-2007)
  • Bendera Brasil Fabricio Bastos Pereira (2004-2006)

Prestasi

  • Liga Indonesia 1994/1995 - Peringkat ke-12 Divisi Utama Wilayah Timur
  • Liga Indonesia 1995/1996 - Peringkat ke-13 Divisi Utama Wilayah Timur
  • Liga Indonesia 1996/1997 - Peringkat ke-8 Divisi Utama Wilayah Timur
  • Liga Indonesia 1997/1998 - Peringkat ke-5 Divisi Utama Wilayah Timur (Liga dihentikan)
  • Liga Indonesia 1998/1999 - Peringkat ke-4 Divisi Utama Grup D
  • Liga Indonesia 1999/2000 - Peringkat ke-8 Divisi Utama Wilayah Timur
  • Liga Indonesia 2001 - Peringkat ke-7 Divisi Utama Wilayah Timur
  • Liga Indonesia 2002 - Peringkat ke-10 Divisi Utama Wilayah Timur (Degradasi)
  • Liga Indonesia 2003 - Peringkat ke-3 Divisi I Grup B
  • Liga Indonesia 2004 - 6 Besar Divisi I (Promosi ke Divisi Utama)
  • Liga Indonesia 2005 - Peringkat ke-7 Divisi Utama Wilayah Timur
  • Liga Indonesia 2008 - Runner-up Divisi Utama
Persema Jr
  • 1965 Juara Liga Remaja Nasional Piala Soeratin U-18
  • 1996 Juara Liga Remaja Nasional Piala Soeratin U-18
  • 2007 Juara Kompetisi Nasional U-23
  • 2009 Runner Up Divisi Utama
  • 2009 Runner-up Liga Remaja Nasional Piala Soeratin U-18
  • 2010 Juara Nasional SSB/Piala Danone U-12 (SSB Diklat Persema Benteng Muda)
  • 2010 Peringkat ke-14 Piala Dunia di Afsel Danone Nations Cup(SSB Benteng Muda)